Current Issue

Vol 2 No 2 (2020): Desember
Published: 2020-12-23

Articles

View All Issues

TENTANG JURNAL JIREH

Nama jurnal ini adalah Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH). JIREH diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang, Nusa Tenggara Timur. Periode terbitan dua kali dalam satu tahun, yaitu Juni dan Desember.

Jurnal ini terdaftar di CrossRef dengan Digital Object Identifier (DOI) prefix 10.37364/jireh.

ISSN Jurnal: 2685-1466 (Online) dan 2685-1393 (Printed).

Jurnal JIREH memiliki spesifikasi terbitan di bidang Pendidikan Keagamaan, Dinamika Keagamaan, Riset Teologi Keagamaan, Etika Keagamaan, Musik dan Agama, serta Budaya dan Agama. Proses review jurnal ini menggunakan Double Blind Peer Review. Artinya, artikel atau naskah akan ditelaah oleh teman sejawat, yang mana identitas reviewer dan penulis disembunyikan, sehingga reviewer tidak mengetahui artikel siapa yang sedang ditelaah dan penulis juga tidak mengetahui siapa yang menelaah artikelnya.

Penyebutan atau penamaan JIREH didalilkan dari akronim Jurnal Ilmiah Religiosity-Entity-Humanity dalam kebermaknaan bebas yaitu tulisan ilmiah yang memuat keberagamaan-kewujudan-kemanusiaan. Frasa JIREH sendiri memiliki arti yang sangat sakral dalam konteks bahasa dan budaya Ibrani (lihat kajian keyahudian). Jireh dalam kamus bahasa Ibrani didahului oleh frase Jehova. Maka kata Jehova Jireh dalam bahasa Ibrani diartikan sebagai God sees atau Allah yang melihat. Bahkan dalam naskah Ibrani terbaca: di atas gunung TUHAN Ia memperlihatkan diri atau Allah yang menampakkan diri. Dengan asumsi tersebut, maka tulisan dalam jurnal ini dapat melihat maha karya Allah terlukis pada rangkaian kata dan kalimat inspiratif dengan disiplin ilmu yang ketat.

Disiplin ilmu terpilih tersebut diyakini akan berkontribusi dalam kosmos praksis yang relevan dan elegan pada basis kemandirian.

Religiosity (keberagamaan) adalah bentuk internalisasi nilai agama dan keterikatan manusia terhadap Tuhan yang mengandung norma-norma untuk mengatur perilaku manusia tersebut dalam hubungan dengan Tuhan, manusia lain, maupun lingkungannya.

Entity (kewujudan) adalah sebuah “benda” (thing) atau “objek” (object) di dunia nyata yang dapat dibedakan dari semua objek lainnya. Dengan kata lain, kajian ilmu yang tersaji merupakan realitas yang dilandasi oleh kesadaran yang berwujud atau lahir dari basis kepakaran penulis tentunya.

Humanity (kemanusiaan) merupakan tataran keilmuan yang bersinggungan dengan filsafat pemikiran, kemelekatannya pada nilai-nilai manusia. Konsekuansi logis dari gagasan humanity mampu membumi memberi jawab pada problematika rumit di tengah saratnya tuntutan kehidupan. Dengan demikian, koherensi dari bidang tinjauan di atas dirangkai secara populis dan akademis yaitu konsepsi pemikiran nilai-nilai kemanusiaan yang bertalian dengan norma-norma keberagamaan pada obyek riil berpangku pada kesadaran keilmuan.