https://ojs-jireh.org/index.php/jireh/issue/feed Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) 2022-06-29T06:15:14+00:00 Rinto Hasiholan Hutapea rintohutapea81@gmail.com Open Journal Systems <p style="text-align: justify;"><strong>TENTANG JURNAL JIREH</strong></p> <p style="text-align: justify;">Nama jurnal ini adalah&nbsp;<strong>Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH).</strong>&nbsp;JIREH diterbitkan oleh&nbsp;<strong>Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) </strong>Kupang, Nusa Tenggara Timur. Periode terbitan dua kali dalam satu tahun, yaitu Juni dan Desember. Jurnal ini terdaftar di CrossRef dengan Digital Object Identifier&nbsp;(DOI)<strong>&nbsp;</strong><strong>prefix&nbsp;</strong> 10.37364/jireh. <strong>ISSN</strong> Jurnal:&nbsp;<a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1560218208&amp;1&amp;&amp;">2685-1466</a>&nbsp;(Online) dan&nbsp;<a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1560219127&amp;1&amp;&amp;">2685-1393</a>&nbsp;(Printed).</p> <p>Berdasarkan hasil akreditasi jurnal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi dengan Nomor Surat Keterangan: 164/E/KPT/2021 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode 2 Tahun 2021 Tanggal 27 Desember 2021 menyatakan bahwa <strong>Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH)</strong> berada pada <strong>Peringkat 3 (SINTA 3).</strong></p> <p style="text-align: justify;">Jurnal JIREH memiliki spesifikasi terbitan di bidang Pendidikan Keagamaan, Dinamika Keagamaan, Riset Teologi Keagamaan, Etika Keagamaan, Musik dan Agama, serta Budaya dan Agama. Proses review jurnal ini menggunakan <em>Double Blind Peer Review</em>. Artinya, artikel atau naskah akan ditelaah oleh teman sejawat, yang mana identitas reviewer dan penulis disembunyikan, sehingga reviewer tidak mengetahui artikel siapa yang sedang ditelaah dan penulis juga tidak mengetahui siapa yang menelaah artikelnya.</p> <p style="text-align: justify;">Penyebutan atau penamaan JIREH didalilkan dari akronim Jurnal Ilmiah <em>Religiosity-Entity-Humanity</em> dalam kebermaknaan bebas yaitu tulisan ilmiah yang memuat keberagamaan-kewujudan-kemanusiaan. Frasa JIREH sendiri memiliki arti yang sangat sakral dalam konteks bahasa dan budaya Ibrani (lihat kajian keyahudian). Jireh dalam kamus bahasa Ibrani didahului oleh frase Jehova. Maka kata Jehova Jireh dalam bahasa Ibrani diartikan sebagai <strong><em>God sees </em></strong>atau <strong>Allah yang melihat</strong>. Bahkan dalam naskah Ibrani terbaca: di atas gunung TUHAN Ia memperlihatkan diri atau Allah yang menampakkan diri. Dengan asumsi tersebut, maka tulisan dalam jurnal ini dapat melihat maha karya Allah terlukis pada rangkaian kata dan kalimat inspiratif dengan disiplin ilmu yang ketat.</p> <p style="text-align: justify;">Disiplin ilmu terpilih tersebut diyakini akan berkontribusi dalam kosmos praksis yang relevan dan elegan pada basis kemandirian. <em>Religiosity</em> (keberagamaan) adalah bentuk internalisasi nilai agama dan keterikatan manusia terhadap Tuhan yang mengandung norma-norma untuk mengatur perilaku manusia tersebut dalam hubungan dengan Tuhan, manusia lain, maupun lingkungannya.</p> <p style="text-align: justify;"><em>Entity</em> (kewujudan) adalah sebuah “benda” (thing) atau “objek” (object) di dunia nyata yang dapat dibedakan dari semua objek lainnya. Dengan kata lain, kajian ilmu yang tersaji merupakan realitas yang dilandasi oleh kesadaran yang berwujud atau lahir dari basis kepakaran penulis tentunya.</p> <p style="text-align: justify;"><em>Humanity </em>(kemanusiaan) merupakan tataran keilmuan yang bersinggungan dengan filsafat pemikiran, kemelekatannya pada nilai-nilai manusia. Konsekuansi logis dari gagasan <em>humanity</em> mampu membumi memberi jawab pada problematika rumit di tengah saratnya tuntutan kehidupan. Dengan demikian, koherensi dari bidang tinjauan di atas dirangkai secara populis dan akademis yaitu konsepsi pemikiran nilai-nilai kemanusiaan yang bertalian dengan norma-norma keberagamaan pada obyek riil berpangku pada kesadaran keilmuan.</p> https://ojs-jireh.org/index.php/jireh/article/view/82 Enkulturasi Nilai-nilai Kristiani dalam Tradisi Batak melalui Lagu “Nunga Loja Daginghon” sebagai Bentuk Pendidikan Spiritual dalam Keluarga 2022-06-29T06:14:51+00:00 Sarmauli Sarmauli sarmauli@stakn-palangkaraya.ac.id Yamowa’a Bate’e yamobatee@gmail.com Pransinartha Pransinartha pransinarthaiakn@gmail.com <p>Singing nunga loja daginghon as a lullaby for children in the family has become an inseparable tradition in the life of the Christian Batak family. A spiritual song born in the socio-historical context of the poor and oppressed proletariat in Germany has been adopted into a lullaby spiritual song in Batak derived from Ende's book written with a description of the evening chant. The specialty of this song in the life of the Batak Christian family is interesting to examine with a qualitative approach through the study of literature in a musical and socio-historical perspective. This approach is done to find the background of this song used as a lullaby at night and also at the same time to find the meaning contained in this song as a medium of spiritual education for children in the life of the Christian Batak family. Researchers argue that based on an analysis of the song form and socio-historical context of Nunga Loja Daginghon's song, singing this song at night is very effective as a form of spiritual education for children in the context of Christian Batak family life.</p> <p>Menyanyikan lagu Nunga Loja Daginghon sebagai pengantar tidur bagi anak-anak dalam keluarga telah menjadi tradisi yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan keluarga Batak Kristen. Lagu rohani yang lahir dalam konteks sosio-historis kaum proletar yang miskin dan tertindas di Jerman telah diadopsi menjadi lagu rohani pengantar tidur dalam bahasa Batak yang bersumber dari buku Ende yang ditulis dengan keterangan nyanyian pada malam hari. Keistimewaan lagu ini dalam kehidupan keluarga Batak Kristen menarik untuk ditelaah dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dalam perspektif musik dan sosio-historis. Pendekatan ini dilakukan untuk menemukan latar belakang lagu ini dijadikan sebagai lagu pengantar tidur pada malam hari dan juga sekaligus untuk menemukan makna yang terkandung dalam lagu ini sebagai media pendidikan spiritualitas bagi anak-anak dalam kehidupan keluarga Batak Kristen. Peneliti berpendapat bahwa berdasarkan analisis terhadap bentuk lagu dan konteks sosio-historis terhadap lagu Nunga Loja Daginghon, menyanyikan lagu ini pada malam hari sangat efektif sebagai bentuk pendidikan spiritualitas bagi anak-anak dalam konteks kehidupan keluarga Batak Kristen.</p> <p>&nbsp;</p> 2022-06-20T09:08:24+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs-jireh.org/index.php/jireh/article/view/72 Sebuah Perbandingan Terhadap Spiritualitas Postmodern dan Spiritualitas Pentakosta 2022-06-29T06:14:54+00:00 Jefri Hina Re Katu jefrihinna@gmail.com <p><em>Pentecostal and Postmodern spirituality deserve to be discussed because it seems as if the Pentecostal tradition in building spirituality has similarities with the idea of </em><em>​​</em><em>spirituality in Postmodern. There is no denying that the Pentecostal group is plagiarism of postmodern spirituality. Therefore, in this paper, I would like to conduct a comparative analysis of Pentecostal and Postmodern spirituality using non-experimental qualitative research methods, reviewing the relevant literature with Pentecostalism and Postmodernism.</em></p> <p>Spiritualitas Pentakosta dan Postmodern layak dipercakapkan karena seolah-seolah tradisi pentakosta dalam membangun spitirualitasnya memiliki kemiripan dengan gagasan spiritualitas dalam Posmoderen. Tidak dapat disangkali bahwa kelompok Pentakosta semacam melakukan penjiplakan terhadap spiritualitas posmoderen.&nbsp; Karena itu, dalam penulisan ini saya hendak melakukan suatu analis perbandingan terhadap spiritulaitas Pentakosta dan Posmoderen dengan memakai metode penelitian kualitatif non eksperimental dalam hal ini melakukan telaah terhadap literatur-literatur yang relevan dengan Pentakostalisme dan Posmodenisme.</p> 2022-06-20T09:10:33+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs-jireh.org/index.php/jireh/article/view/71 Konsep Sinergi Piramida Dalam Pendidikan Kristen: Upaya Cegah Tangkal Perilaku Korupsi di Indonesia 2022-06-29T06:14:56+00:00 Carolina Etnasari Anjaya carolina.anjaya@gmail.com Martina Novalina martina@sttekumene.ac.id <p><em>Corruption has been entrenched in this country and is very difficult to eradicate. It has been found that in recent years corrupt behavior has even been carried out by non-believers. This condition is very dangerous because people who do not believe as guardians and proclaimers of the truth of God's word are actually found as perpetrators of corruption. This study aims to examine the contribution of Christian education in anticipating and eradicating the culture of corruption that is rife in Indonesia. The research method uses descriptive qualitative with a literature study approach. The results of the study conclude that in the application of anti-corruption education, the church, family and need to work together in the form of pyramid synergy. This is because the three domains are the holders of the mandate of Christian moral education for students so that they can fulfill their duties as the light of God in society. The implementation of anti-corruption education in schools and families has its own obstacles, but these obstacles can be overcome by the church as the largest scope and within the scope of the pyramid. The family is the second order from the base in considering the family is the closest scope of students and has a better portion of time in carrying out anti-corruption education. </em></p> <p>Perilaku korupsi telah membudaya di negeri ini dan sangat sulit diberantas. Ditemukan fakta pada beberapa tahun terakhir ini perilaku korupsi bahkan dilakukan oleh orang-orang percaya.&nbsp; Kondisi ini sangat berbahaya karena orang percaya sebagai penjaga dan pemberita kebenaran firman Tuhan justru ditemukan sebagai pelaku korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kontribusi Pendidikan Kristen dalam upaya mengantisipasi dan memberantas budaya korupsi yang marak di Indonesia. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam penerapan pendidikan anti korupsi, gereja, keluarga dan sekolah perlu bekerja sama dalam bentuk sinergi piramida. Hal ini disebabkan ketiga ranah tersebut sebagai pemegang mandat pendidikan moral Kristiani anak didik agar dapat memenuhi tugas sebagai terang Tuhan dalam masyarakat. Pelaksanaan pendidikan antikorupsi pada lingkup sekolah dan keluarga memiliki kendala masing-masing, namun kendala tersebut dapat diatasi oleh gereja sebagai lingkup yang memiliki daya dan potensi paling besar dan berada dalam lingkup paling dasar dalam sinergi piramida. Keluarga menempati urutan kedua dari dasar dalam piramida mengingat keluarga merupakan lingkup terdekat anak didik dan memiliki porsi waktu yang lebih dalam menjalankan pendidikan anti korupsi.</p> 2022-06-20T09:13:36+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs-jireh.org/index.php/jireh/article/view/69 Moderasi Beragama: Praksis Kerukunan Antar Umat Beragama 2022-06-29T06:15:00+00:00 Pribadyo Prakosa pribadyo25@gmail.com <p><em>The Indonesian state has religious pluralism, therefore an effort is needed to maintain inter-religious harmony. One of them is through religious moderation. The principle of religious moderation is to be balanced on two things, namely understanding religious texts (holy books) that must be in accordance with the context, and upholding humanity as the core of religion itself. Christians in Indonesia, both individuals and church institutions need to take part in living religious moderation. The purpose of this research is to describe and analyze the understanding and practice of religious moderation</em><em> at church</em><em>.</em> <em>One of them is at</em> <em>G</em><em>ereja Kalimantan Evangelis (G</em><em>KE</em><em>), </em><em>namely</em> <em>GKE Kasongan</em><em>,</em><em> Katingan</em><em> Regency, sentral Kalimantan Province.</em> <em>The method used is a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Sources of data from interviews and literature review on religious moderation. The results show that although most of the members of the GKE Kasongan do not understand the term religious moderation, in practice it has been realized. It is necessary to socialize and realize religious moderation which can be started from each religious community in Indonesia.</em></p> <p>Negara Indonesia memiliki kemajemukan agama, oleh sebab itu diperlukan suatu upaya untuk memelihara kerukunan antar umat beragama. Salah satunya adalah melalui moderasi beragama. Prinsip moderasi beragama yakni seimbang pada dua hal yakni&nbsp; memahami teks (kitab suci) keagamaan harus sesuai dengan konteks, dan menjunjung kemanusiaan sebagai inti dari beragama itu sendiri. Umat kristen di Indonesia, baik individu maupun institusi gereja perlu ambil bagian dalam menghidupi moderasi beragama. Tujuan Penelitian adalah mendeskripsikan dan menganalisa pemahaman dan praksis moderasi Beragama di gereja. Salah satunya adalah di Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) yakni GKE Kasongan, &nbsp;Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Sumber data dari hasil wawancara dan kajian literatur tentang moderasi beragama. Hasil Penelitian menunjukkan sekalipun sebagian besar Jemaat GKE Kasongan belum memahami istilah moderasi beragama namun praksis moderasi beragama sudah diwujudkan, sehingga perlu disosialisasikan dan diwujudkan dalam hal pemahaman maupun praksis yang dimulai dari masing-masing komunitas umat beragama di Indonesia.</p> <p>&nbsp;</p> 2022-06-20T09:15:11+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs-jireh.org/index.php/jireh/article/view/92 Moral Values behind the Reliefs’ Story of The Sojiwan Temple at Klaten Region 2022-06-29T06:15:03+00:00 Arina Afiyati Shadikah arina.jurnal@gmail.com <p><em>This research was conducted at Sojiwan Temple, Klaten. The Sojiwan Temple is a Buddhist Temple located in Klaten Region. This research aimed to investigate the Reliefs’ shapes that existed at Sojiwan Temple and the </em><em>story</em><em> of Temples’ Reliefs. There were some related researches to the previous study. However, the gap was found. It is about the moral values based on story behind the Temple’s Reliefs at the Sojiwan Temple. There was a qualitative research design employed in this study. The object of this research was Sojiwan Temple itself. There were three data collection techniques used to collect the data. They were observation, interview and documentation. The data gathered were analyzed using a research design called flow method of qualitative design. This research method consisted of three stages, those namely collecting data, reducing data, displaying data, and concluding or verifying. The result of this study indicated that: (1) there were fourteen Reliefs’ shapes existed at Sojiwan Temple and (2) Each Relief at Sojiwan Temple had moral values based on its own story sculpted. All the Reliefs told about some moral values. They were ingenuity, simplicity, tolerance, sincerity, discipline, toughness, affection, carefulness, self-awareness, solidarity, and unity.</em></p> <p>Penelitian ini dilaksanakan di Candi Sojiwan, Klaten. Candi Sojiwan merupakan candi Buddha yang terletak di Kabupaten Klaten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bentuk-bentuk Relief yang ada di Candi Sojiwan beserta dengan makna dari masing-masing Relief tersebut. Dalam penelitian-penelitian terdahulu sudah membahas tentang hal serupa. Namun, terdapat perbedaan yang ditemukan yaitu tentang nilai-nilai moral yang diperoleh dari makna dan cerita di balik Relief yang ada di Candi Sojiwan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun objek dalam penelitian ini adalah Candi Sojiwan itu sendiri. Terdapat tiga teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan desain penelitian yang disebut dengan metode kualitatif flow. Metode penelitian yang digunakan ini memiliki tiga tahap, yaitu mengumpulkan data, mengurang data, menampilkan data, dan menyimpulkan atau memvalidasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat empat belas bentuk Relief yang ada di Candi Sojiwan dan (2) masing-masing Relief memiliki nilai moral yang terkandung dalam cerita dari masing-masing Relief. Semua Relief tersebut menyampaikan nilai-nilai moral, yaitu kecerdikan, kesederhanaan, toleransi, ketulusan, disiplin, ketabahan, kasih sayang, kehati-hatian, mawas diri, solidaritas, dan persatuan.</p> 2022-06-24T03:44:10+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs-jireh.org/index.php/jireh/article/view/83 Implikasi Kepemimpinan Melayani Dalam Pelayanan Gereja Terhadap Peningkatan Spiritualitas Umat 2022-06-29T06:15:06+00:00 Mikha Agus Widiyanto mikha.agus08@gmail.com Yaterrorogo Zebua yaterzebua@gmail.com <p><em>Leadership is an important aspect to influence a person's behavior specifically in the relationship between leaders and followers. The servant leadership of the pastor which is implied as the leader of the people through guidance, guidance and encouragement has an effect on increasing the spirituality of the people. This research aimed to examine the implications of servant leadership in pastoring the church on increasing the spirituality of the people. This research used a quantitative approach with a causal correlation method. The research was conducted at the Christian Church of Sangkakala Indonesia (GKSI) Bethlehem Satellite in Tangerang, Depok and Jakarta with a total sample of 200. The results showed that the application of servant leadership in pastoral care in the church had a significant impact on increasing the spirituality of the people. Applying servant leadership that originates from and imitates Jesus Christ in the Christian faith has an impact on improving the spiritual life of the people for the better. Through the servant leadership, the pastor can build good relationships, prioritizing service to the people rather than his own interests, so that he can drive and encourage people to implement the values of the Christian faith in the lives of the people.</em></p> <p>Kepemimpinan sebagai aspek penting yang mempengaruhi perilaku seseorang secara khusus dalam relasi antara pemimpin dengan orang yang dipimpin. Kepemimpinan melayani yang diimplikasikan gembala sebagai pimpinan umat melalui bimbingan, tuntunan dan dorongan yang diberikan, berpengaruh terhadap peningkatan spiritualitas umat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implikasi kepemimpinan melayani dalam penggembalaan gereja terhadap peningkatan spiritualitas umat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional kausal. Penelitian dilakukan di gereja Kristen Sangkakala Indonesia (GKSI) Satelit Betlehem yang ada di Tangerang, Depok dan Jakarta dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 200 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kepemimpinan melayani dalam pelayanan gembala di gereja berdampak pada peningkatan spiritualitas umat yang signifikan. Menerapkan kepemimpinan melayani yang bersumber dan meneladi Yesus Kristus dalam iman Kristen berdampak pada meningkatkan kehidupan spiritualitas umat menjadi lebih baik. Melalui kepeimpinan melayani gembala dapat membangun hubungan yang baik, mengutamakan melayani umat dari pada kepentinganyan dirinya, sehingga mampu menggerakkan dan mendorong umat untuk mengimplementasikan nilai-nilai iman Kristen dalam kehidupan umat.</p> 2022-06-24T03:45:14+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs-jireh.org/index.php/jireh/article/view/89 Partisipasi Orangtua Sebagai Agen Misi Dalam Keluarga: Mixed Method 2022-06-29T06:15:08+00:00 Sance Mariana Tameon sancemariana82@gmail.com Irene Sondang Ully irenesondangully86@gmail.com Jeni Isak Lele isakleleneni@gmail.com Debby Yunita Mada debbymada@gmail.com <p><em>The mission of God in this world is accomplished through the presence of families. However, ignoring their role as God’s mission agents, many parents do not understand their duties and responsibility to participate as God’s mission agents for their family. To add, maturity level of parents in terms of spiritual, individual, and knowledge is still low because they prioritize money, prestige, and carrier instead of being a role model to their children. To investigate such issues, this research applied a mixed methods approach Sequential Exploratory (quantitative and qualitative). The quantitative research sample was 135 parents and qualitatively from each church, one parent was taken from three (3) different church denominations, namely GMIT, GMII, and the Indonesian Morning Star Church. The result shows more than 75% parents got involved in being mission agents to their families as evangelist, disciple maker, and example of faith. The responsibility is shown through actively shape the spirituality of each family member by practicing praying together, developing good communication to nurture spiritual maturity, supporting family members to get involved in church services, and above all being a role model to family members.</em></p> <p>Misi Allah dalam dunia ini dikerjakan melalui keluarga. Sebagai agen misi Allah, orangtua harus dapat menjalankan tanggungjawabnya, namum ada banyak orangtua yang belum paham mengenai tugas dan tanggungjawabnya sebagai agen misi bagi keluarganya sendiri. Di samping itu, tingkat kedewasaan orangtua dalam kerohanian, kepribadian, dan wawasan pun masih minim, di mana orangtua tidak menjadi teladan iman bagi anggota keluarganya dan sibuk mengejar materi, prestise dan karier. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method dengan metode kombinasi <em>Sequential Eksplanatory</em> (kuantitatif dan kualitatif). Sampel penelitian kuantitatif berjumlah 135 orangtua dan secara kualitatif masing-masih gereja diambil 1 orangtua dari tiga (3) denominasi gereja yang berbeda yakni GMIT, GMII dan Gereja Morning Star Indonesia. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 75% orangtua telah menjalankan perannya sebagai agen misi dalam keluarga sebagai penginjil, <em>desciple maker</em>, dan teladan iman. Tanggungjawab tersebut ditunjukkan dengan cara aktif membangun kerohanian anggota keluarga melalui pemberlakukan ibadah keluarga, membangun komunikasi yang dinamis demi pendewasaan kerohanian anggota keluarga, mendorong anggota keluarga untuk terlibat dalam pelayanan gerejawi, dan yang paling penting adalah menjadi teladan bagi anggota keluarga.</p> 2022-06-28T06:25:15+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs-jireh.org/index.php/jireh/article/view/90 Manajemen Kurikulum Pendidikan Agama Kristen Dalam Gereja Bagi Disabilitas 2022-06-29T06:15:10+00:00 Amus Mauleky maulekyamos@gmail.com <p><em>In accordance with the principle of equity justice in education management, every member of the church has the right to an education, including church members with limited abilities or disabilities. Even though they experience limitations such as just sitting in a wheelchair, experiencing visual impairment, speech and other conditions, they still have the right to access educational services. There is no curriculum for congregations with disabilities, both adult congregations and children with special needs (ABK). This study aims to examine the curriculum management of Christian Religious Education in the church related to services to the congregation in the congregation. This research uses qualitative methods with a literature study approach. The results of the study revealed that the church needs to develop a management of Christian Religious Learning specifically for congregations with disabilities. It is based on the text of Psalm 139:16 which states that every human being is created noble and miraculous. In other words, congregants with disabilities also have the same right to christian teaching and education in the church.</em></p> <p>Sesuai dengan prinsip <em>equity</em> keadilan dalam manajemen pendidikan maka setiap anggota gereja berhak mendapatkan pendidikan, termasuk anggota gereja dengan kemampuan yang terbatas atau <em>disabilitas. </em>Walupun mereka mengalami keterbatasan seperti hanya duduk di kursi roda, mengalami tuna netra, wicara dan kondisi lainya mereka tetap memiliki hak akses terhadap layanan pendidikan. Belum adanya kurikulum bagi jemaat dengan <em>disabilitas</em>, baik jemaat dewasa maupun anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen kurikulum Pendidikan Agama Kristen dalam gereja terkait layanan pada jemaat disabiltas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa gereja perlu menyusun manajemen Pembelajaran Agama Kristen khusus jemaat disabilitas. Hal ini didasarkan pada teks Mazmur 139:16 yang menyatakan bahwa setiap manusia diciptakan mulia dan ajaib. Dengan kata lain, jemaat dengan disabilitas pun memiliki hak yang sama untuk memperoleh pengajaran dan Pendidikan Agama Kristen dalam gereja.</p> 2022-06-28T07:14:39+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs-jireh.org/index.php/jireh/article/view/76 Agama dan Politik: Perbandingan Sosio-Historis Antara Konteks Indonesia dan Kerajaan Israel Bersatu 2022-06-29T06:15:11+00:00 Osian Orjumi Moru osianmoru@gmail.com <p><em>The purpose of this article is to describe various forms of formalization, interpretation, and concretization of the relationship between religious and political entities that are integralistic, intersectional,</em> <em>or secular in the context of Indonesia and the United Kingdom of Israel. The approach used to describe the above is a hermeneutic approach through literature study.</em> <em>The results of the study show that the relationship between religious and political entities, both in the context of the Indonesian state and the context of the United Kingdom of Israel</em> <em>is an intersectional and integralistic relationship. The model and the nature of these relations are clearly seen in the pattern and process of selecting the head of government, the elaboration of ideology and the basis of the state, such as in the formation of Pancasila and the </em><em>J</em><em> source</em><em>, </em><em>to the concretization of forms of community social interaction which are always related to socio-religious dynamics</em><em>.</em><em> At this point, although the state of Indonesia and the United Kingdom of Israel have different contexts and concepts of government, the relationship between religious and political entities is a form of reciprocal relationship and reflects the concept of idealistic culture.</em></p> <p>Tujuan penulisan artikel ini adalah mendesripsikan berbagai bentuk formalisasi, intepretasi, maupun konkretisasi hubungan antara entitas agama dan politik yang bersifat integralistik, <em>intersectional, </em>ataupun sekularistik baik pada konteks Indonesia maupun Kerajaan Israel Bersatu. Pendekataan yang digunakan untuk mendeskripsikan perihal di atas adalah pendekatan hermeneutik melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa relasi antara entitas agama dan politik baik pada konteks negara Indonesia maupun konteks Kerajaan Israel Bersatu merupakan relasi yang bersifat <em>intersectional</em> dan integralistik. Model dan sifat relasi tersebut terlihat jelas dalam pola dan proses pemilihan kepala pemerintahan, elaborasi ideologi dan dasar negara seperti dalam pembentukan Pancasila dan sumber Y, sampai pada bentuk-bentuk konkritisasi interaksi sosial masyarakat yang selalu berhubungan dengan dinamika sosial-keagamaan. Pada titik ini, meski negara Indonesia dan Kerajaan Israel Bersatu memiliki perbedaan konteks dan konsep pemerintahan, namun ralasi antara entitas agama dan politik menjadi bentuk relasi yang resiprokal dan mencerminkan konsep <em>idealistic culture</em>.</p> 2022-06-28T07:53:55+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ojs-jireh.org/index.php/jireh/article/view/95 Peran Pelayanan Diakonia Terhadap Pertumbuhan Gereja Pada Masa Pandemi Covid-19 2022-06-29T06:15:13+00:00 Tirta Susila tirtasusila@yahoo.co.id Yola Pradita yolapradita14@gmail.com <p><em>One of the three ecclesiastical vocations, namely the ministry of deacons. This service is a concrete mandate from the church and the fulfillment of Christ's mandate in terms of missionary service during the Covid-19 pandemic. The method used is a qualitative method with data sources from field data and literature reviews that discuss the role of deacon services in church growth during the Covid-19 pandemic at the GKE Haleluya Nanga Bulik Congregation. The results showed that the GKE Haleluya Nanga Bulik congregation was involved in deacon services as one of the real and active actions that explained motivation and mutual understanding, both in the form of caricative deacon services, reformative deacon services and transformative deacon services for people in need. Thus, the ministry of deacons has implications for church growth. The positive impact is to strengthen friendship and testimony during the Covid-19 pandemic at the GKE Haleluya Nanga Bulik Congregation.</em></p> <p>Salah satu dari tiga panggilan gerejawi, yaitu pelayanan diakonia. Pelayanan ini merupakan amanat konkrit dari gereja dan pemenuhan amanat Kristus dalam hal pelayanan misionaris di masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan sumber data dari data lapangan yang membahas tentang peran pelayanan diakon dalam pertumbuhan jemaat pada masa pandemi Covid-19 di Jemaat GKE Haleluya Nanga Bulik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jemaah GKE Haleluya Nanga Bulik terlibat dalam kebaktian diakon sebagai salah satu tindakan nyata dan aktif yang menjelaskan motivasi dan saling pengertian, baik dalam bentuk pelayanan diakon karikatif, pelayanan diakon reformatif maupun pelayanan diakon transformatif bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, pelayanan diaken berimplikasi pada pertumbuhan gereja. Dampak positifnya adalah mempererat silaturahmi dan kesaksian di masa pandemi Covid-19 di Jemaat GKE Haleluya Nanga Bulik.</p> 2022-06-29T05:56:47+00:00 ##submission.copyrightStatement##