Tanggapan Alkitab dan Gereja Terhadap Faktor Pemicu Terjadinya Perceraian

  • Ricu Sele Sekolah Tinggi Teologi Happy Family Surabaya
  • Soelistiyo Daniel Zacheus Sekolah Tinggi Teologi Cianjur
Keywords: alkitab, gereja, perceraian, suami, istri

Abstract

The divorce rate in Indonesia is increasingly showing a significant upward trend. Therefore, this study aims to describe the factors of divorce, the response of Lakit and the church to the divorce. Divorce doesn't just happen. Divorce is triggered by various factors. These factors are used as justification for conducting a divorce. Those reasons are used as the basis for suing and carrying out a divorce. The Bible is against divorce. God hates divorce. God never designed a marriage for divorce. Biblical marriage is marriage for life. Marriage must be built on a strong foundation, namely love. Like the bond of love between Christ and His church, so is the bond of husband and wife in a marriage. The church is in line with the Bible / Word of God, does not tolerate divorce. The church must strive to prevent its people from divorcing. Because divorce does not solve problems, but in Christ and His love all problems that arise in marriage can be resolved. He is in Christ and in His love there must be a way out. The method used by researchers in this writing is descriptive qualitative by using literature sources that support the writing of this article. Hopefully the results of this research can be a reference for pastors and churches and people to solve every problem in marriage wisely so that it doesn't end in divorce.

Angka perceraian di Indonesia semakin menunjuk tren peningkatan yang signifikan. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk memaparkan faktor-faktor perceraian, tanggapan Alkitab dan gereja terhadap perceraian tersebut. Perceraian dipicu oleh berbagai faktor. Alasan-alasan itulah yang dijadikan sebagai dasar untuk menuntut dan melakukan perceraian. Alkitab menentang perceraian. Tuhan tidak pernah merancang sebuah pernikahan untuk perceraian. Pernikahan Alkitabiah adalah pernikahan seumur hidup. Pernikahan harus dibangun dasar yang kuat yaitu kasih. Seperti ikatan kasih antara Kristus dan jemaatNya. Gerejapun sejalan dengan Alkitab/Firman Allah, tidak mentolerir adanya perceraian. Gereja harus berjuang untuk menghindarkan umatnya dari perceraian. Sebab perceraian tidak menyelesaikan masalah, tetapi di dalam Kristus dan kasihNya semua persoalan yang muncul dalam pernikahan bisa diselesaikan. Adapun metode yang dipergunakan peneliti dalam penulisan ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan sumber-sumber literatur yang mendukung penulisan artikel ini. Kiranya hasil penelitian ini, dapat menjadi acuan bagi Pendeta dan gereja serta umat untuk menyelesaikan setiap masalah dalam pernikahan secara bijak sehingga tidak berakhir dengan perceraian.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Antonius, Seri. “Pernikahan Kristen Dalam Perspektif Firman Tuhan.” Jurnal Pionir LPPM Universitas Asahan 6, no. 2 (2020).

Arsyad, Azman. “Tren Media Sosial Terhadap Pengaruh Tingginya Perceraian Di ‎Kabupaten ‎Pangkep.‎ | Arsyad | Jurnal Al-Qadau: Peradilan Dan Hukum Keluarga Islam.” Al-Qadau 7, no. 1 (2020): 90.

Barclay, William. Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Kitab Roma. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011.

Borrong, Robert P. Etika Seksual Kontemporer. Bandung: Ink Media, 2006.

Christanday, Alexander. Komunikasi Kristen. Yogyakarta: Yayasan Andi Offsett, 2015.

Christanday, Andreas. Komunikasi Dalam Keluarga Kristen. Yogyakarta: Andi Offsett, 2015.

Dwi Hadya Jayani. “Ramai-Ruu-Ketahanan-Keluarga-Berapa-Angka-Perceraian-Di-Indonesia.” https://databoks.katadata.co.id (2018).

Freddy Pieloor. Money, Love and Marriage. Jakarta: PT Elex Media Kamputindo, 2013.

Gunawan T. Samuel. “Artikel Sabda.Org/Perceraian Dan Pernikahan Kembali.” artikel sabda.org/perceraian dan pernikahan kembali (2017).

Hadi Widoyo, Christian Ade Maranatha, and Yohanis Ndapamuri. “KUASA ALLAH DALAM ELIADAM IMPLIKASINYA BAGI UMAT TUHAN PADA MASA KINI.” QUAERENS Vol.2, no. 1 (2020): 24.

Harjianto, Harjianto, and Roudhotul Jannah. “Identifikasi Faktor Penyebab Perceraian Sebagai Dasar Konsep Pendidikan Pranikah Di Kabupaten Banyuwangi.” Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi 19, no. 1 (2019): 35.

Hasanah, Uswatun. “Pengaruh Perkawinan Usia Muda Pada Tingkat Perceraian Dini (Studi Kasus Pengadilan Agama Kisaran).” Journal of Science and Social Research 1, no. February (2018): 13–18.

Hidayat, Rofiq. “Melihat-Tren-Perceraian-Dan-Dominasi-Penyebabnya.” hukumonline 4 (2018).

J.Verkuyl. Etika Kristen: Seksuil. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1989.

Juliansyah Noor. Metode Penelitian. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012.

Kalis Stevanus. “Tanggapan Gereja Terhadap Perceraian Dan Pernikahan Kembali.” Kurios 02, no. 1 (2018).

Kusumawanta. “Apakah Perceraian, Dan Bagaimana Sikap Gereja Katolik Terhadap Perceraian?” Katilisitas.Org.

LaHaye, Tim. Kebahagiaan Pernikahan Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011.

Lerebulan, Aloysius. Keluarga Kristiani, Antara Idealisme Dan Tantangan. Yogyakarta: Kanisius, 2016.

Lodewyck, Jefry. “Sikap Etis Kristen Terhadap Perceraian Menurut Markus 10:9.” Missio Ecclesiae 8, no. 2 (2019): 100.

Maia, Pe José. “Iman, Harapan Dan Kasih Merupakan Kabajikan Utama Hidup Kristiani.” JUMPA 07, no. XX (2019).

Maiaweng, Peniel C.D. “Perceraian Dan Pernikahan Kembali.” Jurnal Jaffray 15, no. 1 (2017): 97.

Manurung, M.R. Manajemen Keluarga. Bandung: Indonesia Publishing House, 1995.

Matondang, Armansyah. “Faktor-Faktor Yang Mengakibatkan Perceraian Dalam Perkawinan.” JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA) 2, no. 2 (2014): 141–150.

Matthew Henry. Tafsiran Matthew Henry Injil Matius 15-28. Surabaya: Momentum Press, 2008.

Mulyana, Dedy. Metode Penelitian. Bandung: Rosdakarya, 2002.

Obaja Tanto Setiawan. Dahsyatnya Visi. Yogyakarta: Yayasan Andi Offsett, 2009.

Sabdoono, Erastus. Perceraian. Jakarta: Rehobot Literature, 2018.

Salsadilla, RA. Mengatasi Masalah Dengan Mangatasi Masalah. Jakarta: CV Pranata Widya Sejahtera, 2020.

Septiningsih, Dyah Siti, and Nur’aeni. “Education for Family Wellness”: Sebuah Upaya Prevensi Terjadinya Konflik Perkawinan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Kdrt) Dan Perceraian.” Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan PKM Sosial, Ekonomi dan Humaniora Vol 4 (2014).

Steven Anugerah Jaya Ndruru. “Pernikahan Kudus, KDRT Dan Perceraian Dalam Gereja Masa Kini.” OSFPREPRINTS 1 (2020).

Suarni. “TINJAUAN TERHADAP PROBLEMATIKA PERNIKAHAN DINIBERDASARKAN ETIKA KRISTEN DI GEREJA KEMAHINJIL INDONESIA LONG BUANG KALIMANTAN UTARA.” SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA JAFFRAY, 2016.

Tambunan, E. H. Mengatasi Masalah Keluarga. Bandung: Indonesia Publishing House, 1998.

Trisna, Jonathan A. Pernikahan Kristen Suatu Usaha Dalam Kristus. Bandung: Kalam Hidup, 1987.

Unipagow. “Faktor-Faktor Dan Dampak Perceraian.Htm.” Unipagow.blog.spot.co.id (2013).

Zaluchu, Sonny Eli. “Strategi Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Di Dalam Penelitian Agama.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 4, no. 1 (2020): 28.

Published
2021-06-18
How to Cite
Sele, Ricu, and Soelistiyo Zacheus. “Tanggapan Alkitab Dan Gereja Terhadap Faktor Pemicu Terjadinya Perceraian”. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) 3, no. 1 (June 18, 2021): 1-17. Accessed July 23, 2021. https://ojs-jireh.org/index.php/jireh/article/view/47.
Section
Articles
Abstract viewed = 191 times
PDF downloaded = 130 times