Pembinaan Tari dan Musik Tradisional Kalimantan Tengah sebagai Pendidikan Karakter pada Siswa SMKN 1 Kuala Kapuas

  • Berth Penny Pahan IAKN Palangka Raya
  • Arly Prasetya Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya
Keywords: coaching, traditional dance and music, character education

Abstract

The background of this research is how a teacher of Christian Religious Education and a teacher of Cultural Arts with different expertise backgrounds can conduct successful coaching. The objectives of this study are to find out and obtain an actual and factual picture of the work program, teacher creativity, and elements of character development in traditional dance and music in Central Kalimantan traditional dance and music extracurricular activities at SMKN 1 Kuala Kapuas, Kapuas Regency. Data collection techniques were carried out by observation, interviews, and documentation. Then the data analysis technique is done by reduction, exposure, and conclusion/verification. The results of the research are that the extracurricular activities of traditional dance and music development already have planning, funding, routine training schedule, training facilities, completeness of dancers and musicians, performance targets and competitions at the district, provincial, and national levels. The creativity carried out by the coaching teacher is to make an annual work program, clear goals and objectives for a year. The elements found in traditional dance and music in Central Kalimantan are elements of history, regional culture, and music.

Latar belakang penelitian ini bagaimana seorang guru Pendidikan Agama Kristen dan seorang guru Seni Budaya yang berbeda latar belakang keahliannya dapat melakukan pembinaan yang berhasil. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memperoleh gambaran secara aktual dan faktual mengenai program kerja, kreativitas guru, dan unsur-unsur pengembangan karakter dalam seni tari dan musik tradisional  pada kegiatan ekstrakurikuler tari dan musik tradisional Kalimantan Tengah di SMKN 1 Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian untuk teknik analisa data dilakukan dengan reduksi, paparan, dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian bahwa kegiatan ekstrakurikuler pembinaan tari dan musik tradisional sudah memiliki perencanaan, pendanaan, jadwal latihan rutin, fasilitas latihan, kelengkapan penari dan pemusik, target penampilan dan lomba tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional. Kreativitas yang dilakukan oleh guru pembina adalah membuat program kerja tahunan, tujuan dan sasaran yang jelas selama setahun. Unsur yang ditemukan dalam seni tari dan musik tradisional Kalimantan Tengah adalah unsur sejarah, budaya daerah, dan musik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adisusilo,J.R, Sutarjo. (2014). Pembelajaran Nilai Karakter. Raja Grafindo Persada.

Ariesandi. (2008). Rahasia Pendidikan Agar Anak Sukses dan Bahagia, Tips dan Terpuji Melejitkan dan Potensi Optimal Anak. Gramedia Pustaka Utama.

Arifin, M. (2008). Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama. Bulan Bintang.

Arikunto, Suharsimi. (2014). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Cetakan Kelimabelas). Rineka Cipta.

Aunillah, Nur Isna. (2011). Panduan Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah. Laksana.

Aqip, Zainal dan Sujak. (2011). Panduan dan Aplikasi Pendidikan Karakter. Yrama Widya

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1990). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Cet. III). Balai Pustaka.

Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa.

Elfindri. (2011). Pendidikan Karakter: Kerangka, Metode dan Aplikasi untuk Pendidikan dan Profesional. Baduose Media.

Gunawan, Heri. (2014). Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasi. Alfabeta.

Hawariaka. (2012). Guru yang Berkarakter Kuat. Laksana.

I. L. Pasaribu, dan Simanjuntak, B. (1990). Membina dan Mengembangkan Generasi Muda. Tarsito.

Kemdikbud. (2017). Seni Budaya SMP/MTs Kelas VII Semester 1. Kemdiknas.

Kemendiknas. (2010). Bahan Pelatihan: Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. Kemendiknas.

Kemendiknas. (2017). Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Kemendiknas.

Lickona, Thomas. (2013). Pendidikan Karakter: Panduan Lengkap Mendidik Siswa Menjadi Pintar dan Baik (Cetakan II). Nusa Media.

Lutan, Rusli. (2014). Pengelolaan Interaksi Belajar Mengajar Intrakurikuler, Kokurikuler Dan Ekstrakurikuler. Universitas Terbuka.

Mangunhardjana.(2013). Pembinaan, Arti dan Metodenya. Kanimus.

Mengawangi, Ratna. (2004). Pendidikan Karakter: Solusi Tepat untuk Membangun Bangsa. Indonesia Haritage Foundation.

Munawar, Ahmad. (2010). Pembinaan Seni di Sekolah. Rineka Cipta.

Moleong, Lexy. (2014). Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Remaja Rosda Karya.

Nasrudin. (2010). Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah. Balai Pustaka.

Purnomo, Wahyu dan Subagyo Fasih. (2010). Terampil Bermusik. Jakarta: Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional.

Prijodarminto, Soegeng. (1994). Disiplin Kiat Menuju Sukses. Pradanya Paramita.

Sarapang, N. (2013). Fungsi dan Bentuk Penyajian Musik Tradisional Koa kiku Di Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Universitas Yogyakarta.

Sastropoetro, Santoso. (2009). Partisipasi, Komunikasi, Persuasi dan Disiplin dalam Pembangunan Nasional. Penerbit Alumni.

Sugiarto, R. Toto, dkk. (2021). Ensiklopedi Alat Musik Tradisional Kalimantan Tengah hingga Nusa Tenggara Barat (digital). Perpusnas Hikam Pustaka.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R & D). Alfabeta.

Suryosubroto, B. (1997). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Tim Kemdikbud. (2017). Keragaman Musik Tradisional. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Usman, M. Uzar dan Setyowati, Lilis. (2013). Upaya Optimalisasi kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: Rosdakarya.

Yaumi, Muhammad. (2014). Pendidikan Karakter: Landasan, Pilar dan Imlementasi. Jakarta: Prenada Media Group.

Zubaedi. (2011). Desain Pendidikan Karakter Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Kencana Prenada Media Group.

Harmellawati. (2013). Pembinaan Nilai Karakter Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Teater Di SMK Nusantara Tangerang. Skripsi Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Lestari, Dwi Yuni. (2013). Pembinaan Karakter Siswa di SMP Nasional Pati. Skripsi Mahasiswa PPKn IKIP Veteran Semarang.

Nun, Muhammad. (2016). Pola Pembentukan Karakter Anak Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Kontukowuna Kabupaten Muna. Skripsi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Kendari.

Nuryani. (2007). Peranan Seni dalam Menumbuhkan Karakter. Universitas Negeri Yogyakarta.

Multi Media Center Kalteng. Tarian Tradisional Asal Kalimantan Tengah. Rikah Mustika, 26 Mei 2018. Diakses 23 April 2022.

Wuryandi, W. (2010). Integrasi Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Pembelajaran untuk Menanamkan Nasionalisme di Sekolah.

Published
2023-07-13
How to Cite
Pahan, Berth, and Arly Prasetya. “Pembinaan Tari Dan Musik Tradisional Kalimantan Tengah Sebagai Pendidikan Karakter Pada Siswa SMKN 1 Kuala Kapuas”. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) 5, no. 1 (July 13, 2023): 110-121. Accessed May 21, 2024. https://ojs-jireh.org/index.php/jireh/article/view/123.
Section
Articles
Abstract viewed = 722 times
PDF downloaded = 618 times